Pekerjaan Jodoh dan Sifat Wanita Menurut Zodiaknya

Bagaimanakah sifat yang baik dan jelek wanita menurut zodiak? Pria berzodiak apakah yang cocok sebagai pasangannya? Seperti apakah sifat wanita menurut zodiaknya? Temukan jawabannya,.....

Aksara Jawa Angka dan Pasangan

Cara menulis aksara jawa dilengkapi dengan kumpulan aksara jawa dan pasangan, bagaimanakah cara menulis aksara jawa yang benar? mari kita simak lebih lanjut,...

10 Cara Ibu Bantu Suami Menghasilkan Uang Di rumah

Seorang ibu tidak hanya dapat mengurus anak, suami, keluarga dan pekerjaan rumah lainnya, ibu juga bisa bantu suami mencari uang tambahan tanpa menganggu rutinitas mereka sehari hari. Bagai mana caranya? Silahkan anda simak ceritanya..

Lowongan Network Marketing Terbaru PT CCF

Informasi Lowongan Terbaru 2013 terupdate, bergabunglah bersama ratusan Pencari Kerja lainnya. Untuk perusahaan dapat memasang iklan lowongan kerja dengan GRATIS. Silahkan Kunjungi situs kami ikutkerja.com

Pasang iklan Anda

Space Iklan untuk anda, dapat berupa blog, website, bisnis, barang, properti dan jenis iklan lainnya ini kami sediakan untuk anda.

Senin, 07 Januari 2013

6 Manfaat Daun Pepaya Sebagai Obat Herbal

Manfaat Daun Pepaya Sebagai Obat Herbal Pepaya (Carica papaya L.), atau betik adalah tumbuhan yang berasal dari Meksiko bagian selatan dan bagian utara dari Amerika Selatan, dan kini menyebar luas dan banyak ditanam di seluruh daerah tropis untuk diambil buahnya. C. papaya adalah satu-satunya jenis dalam genus Carica. Nama pepaya dalam bahasa Indonesia diambil dari bahasa Belanda, "papaja", yang pada gilirannya juga mengambil dari nama bahasa Arawak, "papaya". Dalam bahasa Jawa pepaya disebut "katès" dan dalam bahasa Sunda "gedang".

Buah pepaya dimakan dagingnya, baik ketika muda maupun masak. Daging buah muda dimasak sebagai sayuran. Daging buah masak dimakan segar atau sebagai campuran koktail buah. Pepaya dimanfaatkan pula daunnya sebagai sayuran dan pelunak daging. Daun pepaya muda dimakan sebagai lalap (setelah dilayukan dengan air panas) atau dijadikan pembungkus buntil. Oleh orang Manado, bunga pepaya yang diurap menjadi sayuran yang biasa dimakan. Getah pepaya (dapat ditemukan di batang, daun, dan buah) mengandung enzim papain, semacam protease, yang dapat melunakkan daging dan mengubah konformasi protein lainnya. Papain telah diproduksi secara massal dan menjadi komoditas dagang. Daun pepaya juga berkhasiat obat dan perasannya digunakan dalam pengobatan tradisional untuk menambah nafsu makan.

Tahukah anda ternyata daun pepaya dapat dijadikan obat untuk :

Kanker Kulit, Benjolan Tumor, Varises, Bintik Kulit, Jerawat, dan Obat Kejang

Dengan cukup menggunakan ramuan sederhana. Yaitu :

Bahan
  • Daun Pepaya
  • Gula batu secukupnya


Cara pembuatan :
  • Daun pepaya di rebus dalam 3 liter air.
  • Direbus terus hingga tersisa 1 liter lalu masukan gula batu.
 
Cara pemakaian :
  • Minum 3x sehari 1 gelas

Ternyata Manfaat Daun Pepaya Sebagai Obat Herbal sungguh sangat luar biasa dan mudah cara pembuatannya.

Ditulis Oleh : Baguse Narso Seni Jawa kuno, Updated at: 22.38

Selasa, 01 Januari 2013

22 Arti Tahi Lalat Pada Wanita

Pernahkah anda melihat tahi lalat pada tubuh wanita? Dalam Seni Jawa Kuno warisan kakek leluhur tanah jawa, setiap tanda ( Tahi Lalat ) dalam tubuh wanita ternyata memiliki arti dan makna tersendiri. Dalam kesempatan kali ini, Seni Jawa Kuno akan menguak tabir 22 Arti Tahi Lalat Pada Wanita.

1. Bibir bawah / atas : Banyak rezeki dan banyak yang mencintai.

2. Pipi kanan : Memiliki jiwa sosial yang tinggi, Dermawan.

3. Pipi kiri : Suka royal, banyak godaan

4. Alis sebelah kanan : Memiliki tanggung jawab yang besar.

5. Alis sebelah kiri : Suka mementingkan diri sendiri ( Egois )

6. Dahi kiri : Tahan terhadap ujian, memiliki otak yang cerdas.

7. Dahi kanan : Memiliki pengalaman yang luas.

8. Dagu : Banyak bicara, akan tetapi tidak dapat dipercaya.

9. Bahu kanan : Memiliki pendirian yang tidak tetap / selalu ragu ragu.

10. Bahu kiri : Memiliki pendirian yang tetap, tabah, teliti akan tetapi tidak pandai menyimpan sesuatu.

11. Kaki kanan : Pandai, ahli / pintar memilih pakaian.

12. Kaki kiri : Kuat berjalan.

13. Telapak tangan : Tenang, keras hati dan berat pukulannya.

14. Dada : Pukulannya berat, keras hati.

15. Hidung : Banyak rezekinya, tapi suka hura hura, royal dan banyak mencintai.

16. Lutut kanan / kiri : Gembira, kuat berjalan kemudian menyesal.

17. Telinga kanan : Keras hati dan royal.

18. Telinga kiri : Mudah marah.

19. Lengan : Kuat, berani dan sedikit bicara.

20. Ujung lengan : Dapat menyimpan rahasia.

21. Perut : Baik hati, lemah lembut, mudah terpengaruh.

22. Pergelangan tangan : Pemboros, cerewet, banyak bicara.

Demikian 22 Arti Tahi Lalat Pada Wanita, sebagai warisan budaya. Anda boleh percaya, boleh juga tidak semua terserah dari sudut pandang mana anda menilainya.

Ditulis Oleh : Baguse Narso Seni Jawa kuno, Updated at: 04.12

Senin, 24 Desember 2012

Aksara Jawa Angka dan Pasangan

Inilah beberapa contoh Aksara Jawa Angka dan Pasangan






 Demikian contoh Aksara Jawa Angka dan Pasangan semoga bermanfaat

Ditulis Oleh : Baguse Narso Seni Jawa kuno, Updated at: 10.19

Tanda Dan Ciri Pranata Mangsa Warisan Budaya Indonesia

Dalam Seni Jawa Kuno Warisan Budaya Indonesia ada beberapa musim yang disebut Pranata Mangsa. Bagi para orang tua Pranata Mangsa mungkin sudah tidak asing lagi terdengar, tapi bagi para anak2 dan pemuda/pemudi masa kini mungkin banyak yang tidak mengetahuinya. Tidak bisa dipungkiri, karena perkembangan jaman yang semakin pesat dan banyaknya ilmu pengetahuan modern yang mereka dapat membuat mereka lupa pada warisan budaya indonesia. Dalam kesempatan kali ini Seni Jawa Kuno akan membeberkan Tanda Dan Ciri Pranata Mangsa Warisan Budaya Indonesia.

Pranata mangsa (bahasa Jawa pranåtåmångså, berarti "ketentuan musim") adalah semacam penanggalan yang dikaitkan dengan kegiatan usaha pertanian, khususnya untuk kepentingan bercocok tanam atau penangkapan ikan. Pranata mangsa berbasis peredaran matahari dan siklusnya (setahun) berumur 365 hari (atau 366 hari) serta memuat berbagai aspek fenologi dan gejala alam lainnya yang dimanfaatkan sebagai pedoman dalam kegiatan usaha tani maupun persiapan diri menghadapi bencana (kekeringan, wabah penyakit, serangan pengganggu tanaman, atau banjir) yang mungkin timbul pada waktu-waktu tertentu.

No.
Hamaning Mangsa
Waktu Mangsa
Umur Wastu
Wuntu
1.
Kasa (kartika)
22 Juni – 1 Agustus
41
41
2.
Karo (poso)
2 Agustus – 24 Agustus
23
23
3.
Katelu
25 Agustus – 17 September
24
24
4.
Kapat (sitra)
18 Sepetember – 12 Oktober
25
25
5.
Kalima (manggala)
13 Oktober – 8 November
27
27
6.
Kanem (naya)
9 November – 21 Desember
43
43
7.
Kapitu (palguna)
22 Desember – 2 Februari
43
43
8.
Kawolu (wasika)
3 Februari – 28 Februari
26
27
9.
Kasanga (jita)
1 Maret – 25 Maret
25
25
10.
Kasadasa (srawana)
26 Maret – 18 April
24
24
11.
Dhesta (pradawana)
19 April – 11 Mei
23
23
12.
Sadha (asuji)
12 Mei – 21 Juni
41
41



365
366

1. Kasa (Kartika) 
  • Mangsa utama : Ketiga - Terang
  • Rentang Waktu : 22 Juni – 1 Ags (41 hari)
  • Candra : Sesotya murcå ing embanan ("Intan jatuh dari wadahnya" > daun-daun berjatuhan)
  • Ciri - ciri : Daun-daun berguguran, kayu mengering; belalang masuk ke dalam tanah
  • Tuntunan Bagi Petani : Saatnya membakar jerami; mulai menanam palawija
2.  Karo (Pusa)
  • Mangsa utama : Ketiga - Paceklik
  • Rentang Waktu : 2 Ags – 24 Ags (23 hari)
  • Candra : Bantålå rengkå ("bumi merekah")
  • Ciri - ciri : Tanah mengering dan retak-retak, pohon randu dan mangga mulai berbunga
  • Tuntunan Bagi Petani : -
3. Katelu (Manggasri)
  • Mangsa utama : Ketiga - Semplah
  • Rentang Waktu : 25 Ags – 18 Sept (24 hari)
  • Candra : Sutå manut ing båpå ("anak menurut bapaknya")
  • Ciri - ciri : Tanaman merambat menaiki lanjaran, rebung bambu bermunculan
  • Tuntunan Bagi Petani : Palawija mulai dipanen
4.  Kapat (Sitra)
  • Mangsa utama : Labuh - Semplah
  • Rentang Waktu : 19 Sept – 13 Okt (25 hari)
  • Candra : Waspå kumembeng jroning kalbu ("Air mata menggenang dalam kalbu" > mata air mulai menggenang)
  • Ciri - ciri : Mata air mulai terisi; kapuk randu mulai berbuah, burung-burung kecil mulai bersarang dan bertelur
  • Tuntunan Bagi Petani : Panen palawija; saat menggarap lahan untuk padi gaga
5. Kalima (Manggakala)
  • Mangsa utama : Labuh - Semplah
  • Rentang Waktu : 14 Okt – 9 Nov (27 hari)
  • Candra : Pancuran mas sumawur ing jagad ("Pancuran emas menyirami dunia")
  • Ciri - ciri : Mulai ada hujan besar, pohon asam jawa mulai menumbuhkan daun muda, ulat mulai bermunculan, laron keluar dari liang, lempuyang dan temu kunci mulai bertunas
  • Tuntunan Bagi Petani : Selokan sawah diperbaiki dan membuat tempat mengalir air di pinggir sawah, mulai menyebar padi gaga
6.  Kanem (Naya)
  • Mangsa utama : Labuh - Udan
  • Rentang Waktu : 10 Nov – 22 Des (43 hari)
  • Candra : Råså mulyå kasuciyan
  • Ciri - ciri : Buah-buahan (durian, rambutan, manggis, dan lain-lainnya) mulai bermunculan, belibis mulai kelihatan di tempat-tempat berair
  • Tuntunan Bagi Petani : Para petani menyebar benih padi di pembenihan
7. Kapitu (Palguna)
  • Mangsa utama : Rendheng - Udan
  • Rentang Waktu : 23 Des – 3 Feb (43 hari)
  • Candra : Wiså kéntir ing marutå ("Racun hanyut bersama angin" > banyak penyakit)
  • Ciri - ciri : Banyak hujan, banyak sungai yang banjir
  • Tuntunan Bagi Petani : Saat memindahkan bibit padi ke sawah
8.  Kawolu (Wisaka)
  • Mangsa utama : Rendheng - Pangarep-arep
  • Rentang Waktu : 4 Feb – 28/29 Feb (26/27 hari)
  • Candra : Anjrah jroning kayun ("Keluarnya isi hati" > musim kucing kawin)
  • Ciri - ciri : Musim kucing kawin; padi menghijau; uret mulai bermunculan di permukaan
  • Tuntunan Bagi Petani : -
9. Kasanga (Jita)
  • Mangsa utama : Rendheng - Pangarep-arep
  • Rentang Waktu : 1 Mar – 25 Mar (25 hari)
  • Candra : Wedharing wacånå mulyå ("Munculnya suara-suara mulia" > Beberapa hewan mulai bersuara untuk memikat lawan jenis)
  • Ciri - ciri : Padi berbunga; jangkrik mulai muncul; tonggeret dan gangsir mulai bersuara, banjir sisa masih mungkin muncul, bunga glagah berguguran
  • Tuntunan Bagi Petani : -
10. Kasadasa (Srawana)
  • Mangsa utama : Marèng - Pangarep-arep
  • Rentang Waktu : 26 Mar – 18 Apr (24 hari)
  • Candra : Gedhong mineb jroning kalbu ("Gedung terperangkap dalam kalbu" > Masanya banyak hewan bunting)
  • Ciri - ciri : Padi mulai menguning, banyak hewan bunting, burung-burung kecil mulai menetas telurnya
  • Tuntunan Bagi Petani : -

11. Dhesta / Hapit Lemah (Padrawana)
  • Mangsa utama : Marèng - Panèn
  • Rentang Waktu :  19 Apr – 11 Mei (23 hari)
  • Candra : Sesotyå sinåråwèdi ("Intan yang bersinar mulia")
  • Ciri - ciri : Burung-burung memberi makan anaknya, buah kapuk randu merekah
  • Tuntunan Bagi Petani : Saat panen raya génjah (panen untuk tanaman berumur pendek)
12. Sadha / Hapit Kayu (Asuji)
  • Mangsa utama : Marèng - Terang
  • Rentang Waktu : 12 Mei – 21 Juni (41 hari)
  • Candra : Tirtå sah saking sasånå ("Air meninggalkan rumahnya" > jarang berkeringat karena udara dingin dan kering)
  • Ciri - ciri : Suhu menurun dan terasa dingin (bediding)
  • Tuntunan Bagi Petani : Saatnya menanam palawija: kedelai, nila, kapas, dan saatnya menggarap tegalan untuk menanam jagung.
Para pendahulu kita sudah menggunakan Tanda Dan Ciri Pranata Mangsa Warisan Budaya Indonesia diatas yang diwariskan secara turun temurun. Tapi pada masa modern sekarang ini sudah banyak yang meninggalkannya. Perubahan cuaca dan iklim yang tidak dapat diprediksi memang sudah merusak Pranata Mangsa. Akan tetapi jika kita kaji lebih dalam tentunya itu menjadi tanggung jawab kita bersama yang telah merusak keseimbangan alam. Pembalakan liar, polusi udara, pencemaran lingkungan dll telah merusak Tanda Dan Ciri Pranata Mangsa Warisan Budaya Indonesia.

Ditulis Oleh : Baguse Narso Seni Jawa kuno, Updated at: 09.55

Jumat, 14 Desember 2012

Syarat Bagi Wanita Jika Akan Bepergian Berdasarkan Ilmu Kejawen Agar Selamat

Bagi anda wanita yang hendak bepergian dari rumah tidak ada salahnya anda perhatikan hal hal berikut, agar selalu mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Dalam ilmu kejawen ada beberapa Syarat Bagi Wanita Jika Akan Bepergian Berdasarkan Ilmu Kejawen Agar Selamat menurut hari ketika akan bepergian dari rumah.

Jika Akan Bepergian Pada SIANG HARI


Jum'at : Supaya minum sedikit air teh atau kopi.

Sabtu : Kedua belah mata supaya diusap telapak tangan cukup beberapa kali saja, kemudian memandang ke atas.

Minggu : Supaya makan makanan yang manis (sedikit gula).

Senin : Sebuah sapu tangan supaya dihisapkan cukup sekali atau dua kali saja kemudian dilipat terus dibawa.

Selasa : Sikatlah sebuah sepatu/sandal yang dipakai disebelah kiri, pada saat akan pergi (di muka pintu)

Rabu : Usaplah di belakang kedua telinga dengan mempergunakan sedikit minyak (kalau ada minyak wangi)

Kamis : Usapkanlah sebagian ujung jari anda pada kedua alis mata dan rambut kepala, tetapi sebelumnya dicelup dulu pada air. 

Jika Bepergian Pada MALAM HARI 


Jum'at : Supaya menggigit ujung jari sedikit, walaupun tidak tertunggal (kena) supaya pura-pura diludahkan seperti ada bekasnya.

Sabtu : Waktu akan keluar rumah supaya meludah sedikit saja, cukup sekali atau dua kali (di muka pintu).

Minggu : Pada waktu akan pergi, supaya mematikan api, boleh api korek yang dinyalakan kemudian di hembuskan, dapat pula lampu listrik.

Senin : Supaya membawa alat yang tajam 1 (pisau tajam)

Selasa : Patahkan menjadi kecil-kecil dari sebatang lidi kemudian buang (lemparkan kelantai) boleh juga menggunakan biting (bhs jawa) terus disebarkan.

Rabu : Berkumurlah (kemu = bhs jawa) dengan air, kemudian buang diluar rumah.

Kamis : Pakailah dengan bau-bauan yang harum (wangi) atau bunga dapat dipakai pada pakaian, rambut dan sebagainya.

Demikian Syarat Bagi Wanita Jika Akan Bepergian Berdasarkan Ilmu Kejawen Agar Selamat, Semua syarat syarat diatas adalah warisan budaya yang diturunkan secara turun temurun oleh para pendahulu tanah jawa.
Semoga anda selalu diberi kesehatan dan keselamatan serta keberuntungan saat bepergian. Silahkan pilih hari yang sesuai saat anda akan bepergian bagi anda yang mempercayai hal-hal diatas.

Ditulis Oleh : Baguse Narso Seni Jawa kuno, Updated at: 03.59
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More
Seni Jawa Kuno. Diberdayakan oleh Blogger.